MAKALAH KEWARGANEGARAAN
“PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA KETAHANAN
INDONESIA DI TENGAH MASYARAKAT GLOBAL”
DISUSUN OLEH :
KELOMPOK 7
1. Cicinur
Indah Sari
2. Dwi
Romdhika
3. Jamiatul
Hasanah
4. Marta
Rosita
5.
Nurlailin Alfianti
6. Risa
Susanti
AKADEMI KEBIDANAN DHARMA PRAJA BONDOWOSO
JL. MT HARIYONO 30 A TELP.
0332.420060
BONDOWOSO
2013 – 2014
KATA PENGANTAR
Alhamdullilahi rabbil ‘aalamin,
berkat pertolongan Allah penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Ketahanan Indonesia di
Tengah Masyarakat Global” dengan lancar, meskipun ada
beberapa hambatan dan halangan akan tetapi makalah ini dapat terselesaikan
tepat pada waktunya.
Penulis mengucapkan terimakasih yang
tak terhingga kepada nama-nama di bawah ini, diantaranya :
- Bapak Untung Khuzairi, SH.MARS selaku dosen pembimbing yang selalu setia membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
- Ayah dan Ibunda tercinta yang telah banyak memberikan dukungan kepada penulis, serta memotivasi dengan penuh kasih sayang.
- Teman – teman yang telah memberikan bantuannya baik berupa buah pikiran atau dukungan kepada penulis.
Kita sebagai manusia tidak ada yang
sempurna,begitu pula dengan penulisan makalah
ini. Maka dari itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberi kritik
serta saran yang membangun.
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Mahasiswa diidentikkan dengan agent of change. Kata-kata
perubahan selalunya menempel dengan erat sebagai identitas para mahasiswa yang
juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan
besarnya harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada
di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif,
sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Kekuatan yang dimiliki mahasiswa untuk melakukan suatu
perubahan sangatlah besar sehingga tak bisa dipungkiri memang mahasiswa memiliki
peranan penting dalam perubahan. Dari banyak peristiwa social yang terjadi di
Indonesia, kita akan mengerti betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan
dan gerakan cultural bangsa., tragedi trisakti mei 1998 yang menuntut reformasi
untuk mengganti orde baru dan memaksa turun presiden soeharto dari kekuasaannya
yang telah di genggamnya selama hampir 32 tahun sebagai salah satu bukti
kekuatan mahasiswa dalam melakukan perubahan. Bung karno pun pernah
meengungkapkan tentang kekuatan pemuda dalam pidatonya yang berbunyi “Berikan
sepuluh pemuda untuk ku, akan kuguncangkan dunia ini”.
Bung karno pun nampaknya menyadari dari awal, bahwa dalam
pembentukan Negara-bangsa dibutuhkan pemuda sebagai penghuni untuk mewujudkan
cita-cita kemerdekaan Indoonesia.. pemuda yang memiliki kesegaran gagasan,
semangat perubahan dan progesivitas pikiran, dan keluhuran cita-cita membangun
bangsa.
Berbagai peristiwa besar di dunia pun juga identik dengan peran mahasiswa di dalamnya, Namun, kondisi mahasiswa dewasa ini sangat mengkhawatirkan, tidak sedikit mahasiswa yang menjadikan kuliah sebagai ajang untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan lain sebagainya bukan sebagai ajang untuk mengoptimalkan kemampuan intelektual dan pengembangan diri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan ketidakmampuan mahasiswa dalam memfilterisasi pengaruh dari budaya asing yang menganut paham hedonisme di tambah tidak adanya rasa prihatin mahasiswa terhadap lingkungan, artinya seandainya saja mahasiswa dapat melihat betapa banyak orang-orang yang sangat menginginkan untuk melanjutkan studinya tetapi tidak memiliki kesempatan untuk itu di lingkungannya, pasti rasa untuk mengikuti perkuliahan dengan baik sangatlah mungkin terjadi, sehingga akan muncul mahasiswa-mahasiswa yang memiliki dan mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya untuk menjadi agent of change.
Berbagai peristiwa besar di dunia pun juga identik dengan peran mahasiswa di dalamnya, Namun, kondisi mahasiswa dewasa ini sangat mengkhawatirkan, tidak sedikit mahasiswa yang menjadikan kuliah sebagai ajang untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan lain sebagainya bukan sebagai ajang untuk mengoptimalkan kemampuan intelektual dan pengembangan diri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan ketidakmampuan mahasiswa dalam memfilterisasi pengaruh dari budaya asing yang menganut paham hedonisme di tambah tidak adanya rasa prihatin mahasiswa terhadap lingkungan, artinya seandainya saja mahasiswa dapat melihat betapa banyak orang-orang yang sangat menginginkan untuk melanjutkan studinya tetapi tidak memiliki kesempatan untuk itu di lingkungannya, pasti rasa untuk mengikuti perkuliahan dengan baik sangatlah mungkin terjadi, sehingga akan muncul mahasiswa-mahasiswa yang memiliki dan mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya untuk menjadi agent of change.
Penulis mengambil pokok tentang peranan mahasiswa dalam
menanggapi pengaruh budaya global adalah untuk mengingatkan agar mahasiswa
tidak lebur dalam pengaruh budaya global. Karena Di era gobalisasi sekarang ini
dimana dunia telah memasuki babak baru masyarakat global, yakni babak dari
suatu era masyarakat yang semakin universal dan moderen sehingga masyarakat
dunia dapat saling berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh ruang, gerak,
dan waktu Sangat dikhawatirkan jika pengaruh globalisasi akan mengakibatkan
mahasiswa lebur di dalamnya, sebagai sesama mahasiswa saya merasa mempunyai
tanggung jawab untuk saling mengingatkan dalam menjaga budaya nasional
Indonesia
1.3 TUJUAN
DAN MANFAAT PENULISAN
1.3.1
Tujuan
Adapun tujuan penulisan karya tulis
ilmiah ini adalah :
- Untuk mengungkap dampak budaya global terhadap budaya nasional Indonesia
- Untuk memahami pentingnya peranan mahasiswa dalam menanggapi pengaruh budaya global.
- Untuk mengungkap implementasi peranan mahasiswa menanggapi pengaruh budaya global dalam menjaga budaya nasional Indonesia.
1.3.2 Manfaat
Adapun
manfaat penulisan makalah bagi mahasiswa adalah agar dapat memproteksi dampak
negatif dari budaya global.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan
pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari
masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik
dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan
kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah
kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional
yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun
dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mencapai tujan nasionalnya.
Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan
kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara
terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan
terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan
modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan
nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran
geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan
dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi
pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan
kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh
aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD
1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional
Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan
ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional,
dengan pendekatan kesejahteraan dan
keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa
dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi sebesar-besar
kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara itu,
keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai
nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan
ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional
untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan
nasional.
Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah
pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang ,
serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.atau secara ringkas
dapat diartikan sebagai berikut Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis
suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk
mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk
ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun
luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan
membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta
perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas
(catur dharma eka karma) :
1.
Ancaman
di dalam negeri
Contohnya adalah pemberontakan dan
subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat indonesia.
2.
Ancaman
dari luar negeri
Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari
kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut
oleh musuh dari luar negeri.
2.2 Macam-Macam Ketahanan Nasional
Perwujudan
ketahanan nasional terbagi :
1. Perwujudan Ketahanan Nasional
Indonesia dalam Trigarta, terbagi menjadi :
a.
Aspek
lokasi dan posisi Geografis Wilayah Indonesia
b.
Aspek
Keadaan dan Sumber-sumber Kekayaaan Alam
c.
Aspek
Penduduk
2. Perwujudan Ketahanan Nasional dalam
Pancagatra, terbagi menjadi :
a.
Ketahanan
Nasional Dalam Bidang Ideologi
b.
Ketahanan
Nasional Dalam Bidang Politik
c.
Ketahanan
Nasional di Bidang Ekonomi
d.
Ketahanan
nasional dibidang social budaya
e.
Ketahanan
nasional dibidang pertahanan keamanan
Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan
nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan
keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam
semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI
yang dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945,
dan landasan visional Wawasan Nasional.
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan
kesadaran setiap warga Negara Indonesia, yaitu :
1. Memiliki semangat perjuangan bangsa
dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang
tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan
nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan
hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin
identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan
mencapai tujuan nasional.
2. Sadar dan peduli terhadap
pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial
budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga Negara Indonesia baik
secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena
bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu
tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air. Apabila setiap
warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta
peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan
tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan
nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut
Politik.
2.3 Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang
didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan
Nasional yang terdiri dari :
1. Asas Kesejahteraan dan Keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan
merupakan kebutuhan manusia8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai
perorangan maupunkelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan
bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam
sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam
realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan
menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan.
Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan
kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada
kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan
nasional sebuah bangsa dan negara.
2. Asas komprehensif intergral atau
menyeluruh terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan
bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan
perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional
mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan
terpadu (komprehensif integral)
3. Asas mawas ke dalam dan mawas ke
luar Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan
bangsa yang saling berinteraksi. Disamping itu, sistem kehidupan nasional
juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul
berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif.
Untuk itu
diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a.
Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan
hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan
nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa
yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional
mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b. Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat
mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak
lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling
interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin
kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan
nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya
tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk
kerjasama yang saling menguntungkan.
4. Asas kekeluargaan mengandung
keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan
tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam
asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam
hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang
bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.
2.4 Sifat – Sifat Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai
–nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
- Mandiri. Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (independency).
- Dinamis. Ketahanan Nasional tidak tetap, namun dapat meningkat atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya. Karena itu upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk mencapai kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
- Wibawa. Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional yang berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa, yang menjadi faktor yang diperhitungkan oleh pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. Makin tinggi nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi pula tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
- Konsultasi dan Kerjasama. Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama, serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa
2.5 Ketahanan Nasional Dalam Era Globalisasi
Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi, di tandai
oleh era perdagangan bebas, dimana produk dari suatu negara dengan bebas
dapat masuk dan di perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu
menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan
kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari
tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk memperbaiki perekonomian, bangsa
Indonesia juga ditantang untuk berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat
dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang
baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar
dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri.
Di era globalisasi ini persaingan begitu ketat dan tajam
pada semua aspek kehidupan. Dibidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa
Timur memungkinkan liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Di bidang
politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Dibidang ekonomi,
perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Di bidang sosial budaya,
pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak, senang saja) mewarnai semua
lapisan dan lingkungan masyarakat. Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan
penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan
cenderung sebagai ancaman.
Dalam kondisi seperti itu, maka hanya orang, masyarakat
bangsa dan negara yang memiliki kualitas sajalah yang berpeluang memenangkan
persaingan tersebut dan kunci untuk mencapai itu adalah sumber daya manusia
yang berkualitas dan di dukung oleh teguhnya pendirian, loyal pada bangsa dan
negara. Terikat pada tekad, cinta pada tugas, dan semua itu dilakukan sebagai
wujud cinta pada tanah air.
Upaya
Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan IPTEK
Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah
menetapkan beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut :
Bidang
Ekonomi
Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan
globalisasi disebutkan sebagai berikut :
- Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat.
- Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
Bidang
Politik
Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan
globalisasi disebutkan sebagai berikut :
- Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
- Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
- Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
Bidang
Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan
globalisasi disebutkan sebagai berikut :
- Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
- Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Bidang
Pendidikan
Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan
globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain :
- Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan sebagai tenaga kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa lembaga dan tenaga pendidikan.
- Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Bidang
Sosial Budaya
Kebijakan
bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan
perkembangan IPTEK sebagai berikut :
- Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
- Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.
- Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika.
Membangun
Masyarakat Indonesia Modern Sesuai Budaya Bangsa
Kemerdekaan memberikan kesempatan kepada bangsa kita untuk
mewujudkan cita-citanya, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dengan
berpedoman pada Pancasila, bangsa Indonesia membangun masyarakat Indonesia
modern sesuai budaya bangsa.
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis,
berkeadilan, berdaya asing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan
Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri,
beriman, Bertakwa, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan,
menguasai IPTEK serta berdisiplin.
Dalam visi GBHN 1999 menunjukkan bahwa nilai-nilai
kemanusiaan menjadi ukuran segala upaya pemodernan masyarakat. Keberhasilan
pembangunan senantiasa harus dinilai berdasarkan kenyataan sejauh mana proses
dan juga hasil-hasil pembangunan telah mengangkat martabat manusia Indonesia.
Martabat manusia hendaklah menjadi ukuran terhadap keberhasilan gerak
pembangunan, namun ironisnya kadang-kadang atas nama modernitas pembangunan
tidak jarang justru diwarnai dengan tindakan-tindakan yang tidak memanusiakan
manusia, misalnya :
- Perlakuan sewenang-wenang terhadap buruh dan rakyat kecil
- Penggusuran permukiman penduduk secara paksa demi mendirikan bangunan prestisius.
- Tindak kekerasan
- Pencemaran lingkungan
- Penyelewengan pemanfaatan teknologi
- Upaya mendorong masyarakat bersikap materialistik dan hedonistic melalui berbagai iklim
Itulah kenyataan yang sebenarnya, terwujudnya masyarakat
Indonesia yang modern dan manusiawi harus terus diperjuangkan. Dengan berbekal
kemampuan IPTEK yang tangguh serta wawasan kemanusiaan yang luas kita siap
menapaki era globalisasi dan kemajuan IPTEK menuju masyarakat Indonesia yang
manusiawi.
2.6 Pentingnya
Peranan Mahasiswa Dalam Menanggapi Pengaruh Budaya Global
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat.
Meskipun globalisasi memiliki dampak posotifnya seperti dari globalisasi sosial
budayanya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi
dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan
kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa
nasionalisme kita terhadap bangsa. Namun, dampak negatifnya jauh lebih besar
dibandingkan dampak positifnya, Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat
banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal
ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari
anak muda sekarang. Sebagai contoh dari cara berpakaian remaja saat ini saja
banyak yang menggunakan pakaian minim bahan dan ingin terlihat seperti
selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Padahal cara berpakaian tersebut
jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut
mereka dicat beraneka warna. kesimpulannya, mahasiswa lebih suka jika menjadi
orang lain dengan cara menutupi identitasnya dari pada menjadi dirinya sendiri.
Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan
pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan
informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi
mahasiswa, internet sudah menjadi kebutuhan sehari- hari. Jika digunakan secara
semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, maka
akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak mahasiswa yang menggunakan
tidak sebagaimana mestinya. Rasa sosial terhadap masyarakat pun menjadi pudar
bahkan hilang karena mereka lebih memilih sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
Apabila kondisi ini dibiarkan dan terus tumbuh sumbur, maka
jangan heran cepat atau lambat budaya nasional Indonesia yang merupakan
identitas nasional bangsa Indonesia akan pudar bahkan hilang karena nilai nasionalisme
masayarakat Indonesia akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap
budaya bangsa sendiri dan rasa sosial terhadap masyarakat.
2.7 Implementasi Peranan Mahasiswa Menanggapi Pengaruh Budaya Global Dalam Menjaga Budaya Nasional Indonesia
Arus globalisasi sekarang ini begitu cepat merasuk ke dalam
masyarakat terutama di kalangan muda. Globalisasi mempunyai dampak yang positif
dan negatif dalam pengaruhnya, Dalam globalisasi modernisasi diartikan sebagai
perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau
dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Modern
berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf
penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata, Modern juga berarti
berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam
masyarakat. Berdasarkan analisa dan uraian di atas maka pengaruh negatif
globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu
diperlukan langkah-langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi
terhadap nilai nasionalisme. Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak
negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1.
Menumbuhkan
semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai kebudayaan bangsa
Indonesia.
2.
Menanamkan
dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3.
Menanamkan
dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4.
Mewujudkan,
menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil-
adilnya.
5.
Selektif
terhadap pengaruh budaya global.
Dengan
adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh
budaya global yang dapat melunturkan nilai nasionalisme bangsa Sehingga kita
tidak akan kehilangan identitas nasional Indonesia.
2.8 Peran
Mahasiswa Dalam Menjaga Ketahanan
Indonesia di Tengah Masyarakat Global
1.
Membentuk
mahasiswa good karakter yang bermoral tinggi dan sesuai dengan kaidah agama. Mahasiswa
sekarang saatnya memiliki jiwa bangga dan cinta menjadi warga indonesia, yang
dapat di eksplore ke Negara – Negara lain. bukan hanya dalam bentuk demo atau hal –
hal yang merusak citra bangsa Indonesia.
Namun dibuktikan dengan hal – hal yang
positif dan nyata bahwa negara indonesia adalah negara cinta damai, terpelajar
dan negara maju.
2.
Para generasi
muda sekarang dapat bersatu & damai walaupun berbeda agama, suku &
budaya.
3.
Dapat berpikir
Rasional, demokratis, dan kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di
negara kita.
4.
Memiliki
semangat jiwa muda yang dapat membangun negara indonesia yang mandiri dapat
mencontoh seperti karakter para pahlawan bangsa kita.
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Ketahanan Nasional saat ini dirasakan makin diuji dengan
semakin banyaknya dampak –dampak yang dirasakan atas berlakunya kebijakan
masyarakat dunia tentang konsep globalisasi dimana tiap masing-masing negara
yang merupakan warga dunia semakin membuka diri, globalisasi yang akan
melahirkan berbagai kebijakan diberbagai sektor dan salah satunya adalah
kebijakan mengenai pasar bebas hal ini dirasakan sangat memberatkan pelaku
usaha mikro di Indonesia yang mana siap atau tidak siap, mau atau tidak mau
harus dapat bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan oleh negara lain
terutama china yang merupakan produsen terbesar pada hampir semua produk yang
dapat memberikan harga yang jauh sangat murah.
Ketahanan Nasional NKRI yang memiliki pengertian, “kondisi
dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang
terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala
tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun
dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan
negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.”, haruslah dapat
ditingkatkan diberbagai levelnya.
Dimasa depan akan muncul satu industri yang besar yaitu
industri kreatif maka dari itu hendaknya pemerintah dapat menumbuhkan rasa
kebangsaan dan kebanggaan nasional terhadap kreasi dan produksi dalam negeri.
Pemerintah hendaknya dapat mengantisipasi pengaruh dari era globalisasi dan
perkembangan Iptek serta dapat menekan tumbuhnya nilai-nilai yang dapat merusak
kepribadian bangsa.
3.2 Saran
Untuk
mendapat atau memperoleh materi yang lebih lengkap dari pembahasan yang telah
penulis buat, maka disarankan kepada pembaca untuk lebih banyak mencari dan
membaca literature mengenai pembahasan di atas.
DAFTAR
PUSTAKA
Dewanata,
Pandu. 2008. Rekonstruksi Pemuda.
Jakarta : Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga.
Mulyana,
Deddy. 1989. Komunikasi Antar Budaya.
Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Rahayu,
Minto. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Jati Diri Bangsa.
Jakarta : Grasindo.
Siswanto,
Joko. 2006. Reaksi Intelektualitas untuk Demokrasi. Jakarta : yayasan bakti
nusantara.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar