Minggu, 26 Januari 2014

Ketahanan Indonesia



MAKALAH KEWARGANEGARAAN
 “PERAN MAHASISWA DALAM MENJAGA KETAHANAN INDONESIA DI TENGAH MASYARAKAT GLOBAL”


DISUSUN OLEH :
                                                            KELOMPOK 7
1.      Cicinur Indah Sari
2.      Dwi Romdhika
3.      Jamiatul Hasanah
4.      Marta Rosita
5.      Nurlailin Alfianti
6.      Risa Susanti



AKADEMI KEBIDANAN DHARMA PRAJA  BONDOWOSO
JL. MT HARIYONO 30 A TELP. 0332.420060
BONDOWOSO
 2013 – 2014



KATA PENGANTAR

 
           Segala puji bagi Allah SWT, atas rahmat dan inayahnya kita semua dalam keadaan sehat wal ‘afiat. Salawat serta salam semoga terlimpahkan pada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW,yang mana telah mengeluarkan kita dari alam kegelapan menuju alam yang terang benderang.
          Alhamdullilahi rabbil ‘aalamin, berkat pertolongan Allah penulis dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul  Peran Mahasiswa Dalam Menjaga Ketahanan Indonesia di Tengah Masyarakat Global” dengan lancar, meskipun ada beberapa hambatan dan halangan akan tetapi makalah ini dapat terselesaikan tepat pada  waktunya.
            Penulis mengucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada nama-nama di bawah ini, diantaranya :
  1. Bapak Untung Khuzairi, SH.MARS selaku dosen pembimbing yang selalu setia membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
  2. Ayah dan Ibunda tercinta yang telah banyak memberikan dukungan kepada penulis, serta memotivasi dengan penuh kasih sayang.
  3. Teman – teman yang telah memberikan bantuannya baik berupa buah pikiran atau dukungan kepada penulis.

             Kita sebagai manusia tidak ada yang sempurna,begitu pula dengan penulisan makalah  ini. Maka dari itu penulis berharap kepada semua pihak untuk memberi kritik serta saran yang membangun.


      Penulis



BAB I
PENDAHULUAN


1.1       Latar Belakang
Mahasiswa diidentikkan dengan agent of change. Kata-kata perubahan selalunya menempel dengan erat sebagai identitas para mahasiswa yang juga dikenal sebagai kaum intelektualitas muda. Dari mahasiswalah ditumpukan besarnya harapan untuk perubahan dan pembaharuan dalam berbagai bidang yang ada di negeri ini. Tugasnyalah melaksanakan dan merealisasikan perubahan positif, sehingga kemajuan di dalam sebuah negeri bisa tercapai dengan membanggakan.
Kekuatan yang dimiliki mahasiswa untuk melakukan suatu perubahan sangatlah besar sehingga tak bisa dipungkiri memang mahasiswa memiliki peranan penting dalam perubahan. Dari banyak peristiwa social yang terjadi di Indonesia, kita akan mengerti betapa pentingnya peran pemuda dalam pembangunan dan gerakan cultural bangsa., tragedi trisakti mei 1998 yang menuntut reformasi untuk mengganti orde baru dan memaksa turun presiden soeharto dari kekuasaannya yang telah di genggamnya selama hampir 32 tahun sebagai salah satu bukti kekuatan mahasiswa dalam melakukan perubahan. Bung karno pun pernah meengungkapkan tentang kekuatan pemuda dalam pidatonya yang berbunyi “Berikan sepuluh pemuda untuk ku, akan kuguncangkan dunia ini”.
Bung karno pun nampaknya menyadari dari awal, bahwa dalam pembentukan Negara-bangsa dibutuhkan pemuda sebagai penghuni untuk mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indoonesia.. pemuda yang memiliki kesegaran gagasan, semangat perubahan dan progesivitas pikiran, dan keluhuran cita-cita membangun bangsa.
Berbagai peristiwa besar di dunia pun juga identik dengan peran mahasiswa di dalamnya, Namun, kondisi mahasiswa dewasa ini sangat mengkhawatirkan, tidak sedikit mahasiswa yang menjadikan kuliah sebagai ajang untuk bersenang-senang, berfoya-foya dan lain sebagainya bukan sebagai ajang untuk mengoptimalkan kemampuan intelektual dan pengembangan diri. Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal ini disebabkan ketidakmampuan mahasiswa dalam memfilterisasi pengaruh dari budaya asing yang menganut paham hedonisme di tambah tidak adanya rasa prihatin mahasiswa terhadap lingkungan, artinya seandainya saja mahasiswa dapat melihat betapa banyak orang-orang yang sangat menginginkan untuk melanjutkan studinya tetapi tidak memiliki kesempatan untuk itu di lingkungannya, pasti rasa untuk mengikuti perkuliahan dengan baik sangatlah mungkin terjadi, sehingga akan muncul mahasiswa-mahasiswa yang memiliki dan mampu mengembangkan kemampuan intelektualnya untuk menjadi agent of change.
Penulis mengambil pokok tentang peranan mahasiswa dalam menanggapi pengaruh budaya global adalah untuk mengingatkan agar mahasiswa tidak lebur dalam pengaruh budaya global. Karena Di era gobalisasi sekarang ini dimana dunia telah memasuki babak baru masyarakat global, yakni babak dari suatu era masyarakat yang semakin universal dan moderen sehingga masyarakat dunia dapat saling berinteraksi satu sama lain tanpa dibatasi oleh ruang, gerak, dan waktu Sangat dikhawatirkan jika pengaruh globalisasi akan mengakibatkan mahasiswa lebur di dalamnya, sebagai sesama mahasiswa saya merasa mempunyai tanggung jawab untuk saling mengingatkan dalam menjaga budaya nasional Indonesia


1.3       TUJUAN DAN MANFAAT PENULISAN
1.3.1    Tujuan
Adapun tujuan penulisan karya tulis ilmiah ini adalah :
  1. Untuk mengungkap dampak budaya global terhadap budaya nasional Indonesia
  2. Untuk memahami pentingnya peranan mahasiswa dalam menanggapi pengaruh budaya global.
  3. Untuk mengungkap implementasi peranan mahasiswa menanggapi pengaruh budaya global dalam menjaga budaya nasional Indonesia.

1.3.2    Manfaat
Adapun manfaat penulisan makalah bagi mahasiswa adalah agar dapat memproteksi dampak negatif dari budaya global.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Ketahanan Nasional Indonesia
Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia dari masa ke masa. Kepastian itu menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara.
Pengertian baku Ketahanan Nasional bangsa Indonesia adalah kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujan nasionalnya. 
Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus serta sinergik. Hal demikian itu, dimulai dari lingkungan terkecil yaitu diri pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara dengan modal dasar keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan kekuatan nasional. Proses berkelanjutan itu harus selalu didasari oleh pemikiran geopolitik dan geostrategi sebagai sebuah konsepsi yang dirancang dan dirumuskan dengan memperhatikan konstelasi yang ada disekitar Indonesia. 
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah konsepsi  pengembangan kekuatan nasional melalui pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang, serasi dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan secara utuh, menyeluruh dan terpadu berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nusantara. Dengan kata lain, konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia merupakan pedoman (sarana) untuk meningkatkan (metode) keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dengan pendekatan kesejahteraan dan
keamanan.
Kesejahteraan dapat digambarkan sebagai kemampuan bangsa dalam menumbuh kembangkan nilai-nilai nasionalnya, demi sebesar-besar kemakmuran yang adil dan merata, rohaniah dan jasmaniah. Sementara itu, keamanan adalah kemampuan bangsa dan negara untuk melindungi nilai-nilai nasionalnya terhadap ancaman dari luar maupun dari dalam.
Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang mengandung kemampuan mengambangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.
Hakikat konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang , serasi dan selaras dalam aspek hidup dan kehidupan nasional.atau secara ringkas dapat diartikan sebagai berikut Ketahanan Nasional adalah suatu kondisi dinamis suatu bangsa yang terdiri atas ketangguhan serta keuletan dan kemampuan untuk mengembangkan kekuatan nasional dalam menghadapi segala macam dan bentuk ancaman, tantangan, hambatan dan gangguan baik yang datang dari dalam maupun luar, secara langsung maupun yang tidak langsung yang mengancam dan membahayakan integritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan dalam mewujudkan tujuan perjuangan nasional.
Contoh Bentuk-bentuk ancaman menurut doktrin hankamnas (catur dharma eka karma) :
1.      Ancaman di dalam negeri
Contohnya adalah pemberontakan dan subversi yang berasal atau terbentuk dari masyarakat indonesia.
2.      Ancaman dari luar negeri
Contohnya adalah infiltrasi, subversi dan intervensi dari kekuatan kolonialisme dan imperialisme serta invasi dari darat, udara dan laut oleh musuh dari luar negeri.

2.2       Macam-Macam Ketahanan Nasional
Perwujudan ketahanan nasional terbagi :
1.      Perwujudan Ketahanan Nasional Indonesia dalam Trigarta, terbagi menjadi :
a.         Aspek lokasi dan posisi Geografis Wilayah Indonesia
b.         Aspek Keadaan dan Sumber-sumber Kekayaaan Alam
c.         Aspek Penduduk
2.      Perwujudan Ketahanan Nasional dalam Pancagatra, terbagi menjadi :
a.         Ketahanan Nasional Dalam Bidang Ideologi
b.         Ketahanan Nasional Dalam Bidang Politik
c.         Ketahanan Nasional di Bidang Ekonomi
d.        Ketahanan nasional dibidang social budaya
e.         Ketahanan nasional dibidang pertahanan keamanan

Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nasional.
Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga Negara Indonesia, yaitu :
1.      Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan non fisik yang berupa keuletan dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2.      Sadar dan peduli terhadap pengaruh-pengaruh yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga Negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air. Apabila setiap warga negara Indonesia memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik.

2.3       Asas-Asas Ketahanan Nasional Indonesia
Asas Ketahanan Nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari :
1.      Asas Kesejahteraan dan Keamanan Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia8 yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupunkelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional dan merupakan nilai intrinsik yang ada padanya. Dalam realisasinya kondisi kesejahteraan dan keamanan dapat dicapai dengan menitikberatkan pada kesejahteraan tetapi tidak mengabaikan keamanan. Sebaliknya memberikan prioritas pada keamanan tidak boleh mengabaikan kesejahteraan. Oleh karena itu, keduanya harus selalu ada, berdampingan pada kondisi apapun sebab keduanya merupakan salah satu parameter tingkat ketahanan nasional sebuah bangsa dan negara.
2.      Asas komprehensif intergral atau menyeluruh terpadu Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh menyeluruh dan terpadu dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang, serasi dan selaras dari seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dengan demikian, ketahanan nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu (komprehensif integral)
3.      Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar Sistem kehidupan nasional merupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi.  Disamping itu, sistem kehidupan nasional juga berinteraksi dengan lingkungan sekelilingnya. Dalam prosesnya dapat timbul berbagai dampak baik yang bersifat positif maupun negatif.
Untuk itu diperlukan sikap mawas ke dalam dan ke luar.
a.       Mawas ke dalam
Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri berdasarkan nilainilai kemandirian yang proporsional untuk meningkatkan
kualitas derajat kemandirian bangsa yang ulet dan tangguh. Hal itu tidak berarti bahwa ketahanan nasional mengandung sikap isolasi dan atau nasionalisme sempit (chauvinisme).
b.      Mawas ke luar
Mawas ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri, serta menerima kenyataan adanya saling interaksi dan ketergantungan dengan dunia internasional. Untuk menjamin kepentingan nasional, kehidupan nasional harus mampu mengembangkan kekuatan nasional, agar memberikan dampak keluar dalam bentuk daya tangkal dan daya tawar. Namun demikian, interaksi dengan pihak lain diutamakan dalam bentuk kerjasama yang saling menguntungkan.
4.      Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam asas ini diakui adanya perbedaan yang harus dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan serta dijaga agar tidak berkembang menjadi konflik yang bersifat antagonistik yang saling menghancurkan.

2.4       Sifat – Sifat Ketahanan Nasional
Ketahanan Nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai –nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
  • Mandiri. Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian (independency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (independency).
  • Dinamis. Ketahanan Nasional tidak tetap, namun dapat meningkat atau menurun tergantung pada situasi dan kondisi bangsa dan negara serta kondisi lingkungan strategisnya. Karena itu upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk mencapai kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
  • Wibawa. Keberhasilan pembinaan Ketahanan Nasional yang berlanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa, yang menjadi faktor yang diperhitungkan oleh pihak lain. Makin tinggi tingkat ketahanan nasional Indonesia. Makin tinggi nilai kewibawaan nasional yang berarti makin tinggi pula tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
  • Konsultasi dan Kerjasama. Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan antagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama, serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa
2.5       Ketahanan Nasional Dalam Era Globalisasi
Kehidupan bangsa Indonesia di Era Globalisasi, di tandai oleh era perdagangan  bebas, dimana produk dari suatu negara dengan bebas dapat masuk dan di perjualbelikan di negara lain. Kenyataan itu tentu menimbulkan tantangan bagi semua negara untuk mampu bersaing dalam meningkatkan kualitas produk industrinya, bangsa Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan itu. Ditengah-tengah usaha itu untuk memperbaiki perekonomian, bangsa Indonesia juga ditantang untuk berjuang menempatkan bangsa Indonesia sederajat dengan bangsa lain. Oleh karena itu kita sebagai warga negara Indonesia yang baik tentu memiliki rasa bangga terhadap produk dalam negeri. Kita harus sadar dan bangga bahwa produksi dalam negeri tidak kalah dengan produksi luar negeri.
Di era globalisasi ini persaingan begitu ketat dan tajam pada semua aspek kehidupan. Dibidang ideologi, kehancuran komunisme di Eropa Timur memungkinkan liberalisme – kapitalisme mendominasi dunia. Di bidang politik, pengaruh negara-negara besar sulit di elakan. Dibidang ekonomi, perdagangan bebas menyebabkan produksi lokal terpental. Di bidang sosial budaya, pola hidup dan budaya hedonistic (maunya enak, senang saja) mewarnai semua lapisan dan lingkungan masyarakat. Sedangkan dibidang pertahanan dan keamanan penguasaan teknologi persenjataan bukan lagi jaminan keamanan melainkan cenderung sebagai ancaman.
Dalam kondisi seperti itu, maka hanya orang, masyarakat bangsa dan negara yang memiliki kualitas sajalah yang berpeluang memenangkan persaingan tersebut dan kunci untuk mencapai itu adalah sumber daya manusia yang berkualitas dan di dukung oleh teguhnya pendirian, loyal pada bangsa dan negara. Terikat pada tekad, cinta pada tugas, dan semua itu dilakukan sebagai wujud cinta pada tanah air.

Upaya Pemerintah menghadapi Era Globalisasi dan perkembangan IPTEK
Dalam menghadapi globalisasi dan perkembangan IPTEK, pemerintah menetapkan beberapa kebijakan seperti termuat dalam GBHN sebagai berikut :
Bidang Ekonomi
Kebijakan bidang ekonomi dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
  • Mengembangkan perekonomian yang berorientasi global sesuai kemajuan teknologi dengan membangun keunggulan kompetitif berdasarkan keunggulan komparatif sebagai negara maritim dan agraris sesuai kompetensi dan produk unggulan di setiap daerah terutama pertanian dalam arti luas, kehutanan, kelautan, pertambangan, pariwisata, serta industri kecil serta kerajinan rakyat.
  • Mengembangkan kebijakan industri, perdagangan dan investasi dalam rangka meningkatkan Persaingan global dengan membuka aksesibilitas yang sama terhadap kesempatan kerja dan berusaha bagi segenap rakyat, dan seluruh daerah melalui keunggulan kompetitif terutama berbasis keunggulan sumber daya manusia dengan menghapus segala bentuk perlakuan diskriminatif dan hambatan.
Bidang Politik
Kebijakan bidang politik dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
  • Menegaskan arah politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif dan berorientasi pada kepentingan nasional, menitikberatkan pada solidaritas antar negara berkembang mendukung perjuangan kemerdekaan bangsa-bangsa, menolak penjajahan dalam segala bentuk, serta kerja sama internasional bagi kesejahteraan rakyat.
  • Meningkatkan kesiapan Indonesia dalam segala bidang untuk menghadapi perdagangan bebas, terutama dalam menyongsong pemberlakuan AFTA, AFEC dan WTO.
  • Memperkuat kelembagaan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana penerangan khususnya di luar negeri dalam rangka memperjuangkan kepentingan Nasional di Forum Internasional.
Bidang Agama
Kebijakan bidang Agama dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi disebutkan sebagai berikut :
  • Meningkatkan kualitas pendidikan agama melalui penyempurnaan sistem pendidikan agama, sehingga lebih terpadu dan integral dengan sistem pendidikan nasional dengan didukung oleh sarana dan prasarana yang memadai.
  • Meningkatkan peran dan fungsi lembaga-lembaga keagamaan dalam ikut mengatasi dampak perubahan yang terjadi dalam semua aspek kehidupan untuk memperkokoh jati diri dan kepribadian bangsa, serta memperkuat kerukunan hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Bidang Pendidikan
Kebijakan bidang Pendidikan dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK antara lain :
  • Meningkatkan kemampuan akademik dan kesejahteraan tenaga kependidikan sebagai tenaga kependidikan sebagai tenaga pendidikan mampu berfungsi secara optimal terutama dalam peningkatan pendidikan watak dan budi pekerti agar dapat mengembalikan wibawa  lembaga dan tenaga pendidikan.
  • Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan sistem pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni.
Bidang Sosial Budaya
Kebijakan bidang sosial budaya dalam upaya menghadapi tantangan globalisasi dan perkembangan IPTEK sebagai berikut :
  • Mengembangkan dan membina kebudayaan Nasional bangsa Indonesia yang bersumber dari warisan budaya leluhur bangsa, budaya nasional yang mengandung nilai-nilai universal, termasuk kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dalam rangka mendukung terpeliharanya kerukunan hidup bermasyarakat dan berbangsa dan bernegara.
  • Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang dengan memberikan sanksi yang seberat-beratnya kepada produsen, pengedar dan pemakai.
  • Melindungi segenap generasi muda dari bahaya destruktif, terutama bahaya penyalahgunaan narkotika, obat-obatan terlarang dan narkotika lainnya melalui gerakan pemberantasan dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya penyalahgunaan narkotika.
Membangun Masyarakat Indonesia Modern Sesuai Budaya Bangsa
Kemerdekaan memberikan kesempatan kepada bangsa kita untuk mewujudkan cita-citanya, yaitu membangun manusia Indonesia seutuhnya. Dengan berpedoman pada Pancasila, bangsa Indonesia membangun masyarakat Indonesia modern sesuai budaya bangsa.
Terwujudnya masyarakat Indonesia yang damai, demokratis, berkeadilan, berdaya asing, maju dan sejahtera, dalam wadah negara kesatuan Republik Indonesia yang didukung oleh manusia Indonesia yang sehat, mandiri, beriman, Bertakwa, cinta tanah air, berkesadaran hukum dan lingkungan, menguasai IPTEK serta berdisiplin.
Dalam visi GBHN 1999 menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan menjadi ukuran segala upaya pemodernan masyarakat. Keberhasilan pembangunan senantiasa harus dinilai berdasarkan kenyataan sejauh mana proses dan juga hasil-hasil pembangunan telah mengangkat martabat manusia Indonesia. Martabat manusia hendaklah menjadi ukuran terhadap keberhasilan gerak pembangunan, namun ironisnya kadang-kadang atas nama modernitas pembangunan tidak jarang justru diwarnai dengan tindakan-tindakan yang tidak memanusiakan manusia, misalnya :
  • Perlakuan sewenang-wenang terhadap buruh dan rakyat kecil
  • Penggusuran permukiman penduduk secara paksa demi mendirikan bangunan prestisius.
  • Tindak kekerasan
  • Pencemaran lingkungan
  • Penyelewengan pemanfaatan teknologi
  • Upaya mendorong masyarakat bersikap materialistik dan hedonistic melalui berbagai iklim
Itulah kenyataan yang sebenarnya, terwujudnya masyarakat Indonesia yang modern dan manusiawi harus terus diperjuangkan. Dengan berbekal kemampuan IPTEK yang tangguh serta wawasan kemanusiaan yang luas kita siap menapaki era globalisasi dan kemajuan IPTEK menuju masyarakat Indonesia yang manusiawi.

2.6       Pentingnya Peranan Mahasiswa Dalam Menanggapi Pengaruh Budaya Global
Pengaruh globalisasi terhadap anak muda begitu kuat. Meskipun globalisasi memiliki dampak posotifnya seperti dari globalisasi sosial budayanya kita dapat meniru pola berpikir yang baik seperti etos kerja yang tinggi dan disiplin dan Iptek dari bangsa lain yang sudah maju untuk meningkatkan kemajuan bangsa yang pada akhirnya memajukan bangsa dan akan mempertebal rasa nasionalisme kita terhadap bangsa. Namun, dampak negatifnya jauh lebih besar dibandingkan dampak positifnya, Pengaruh globalisasi tersebut telah membuat banyak anak muda kita kehilangan kepribadian diri sebagai bangsa Indonesia. Hal ini ditunjukkan dengan gejala- gejala yang muncul dalam kehidupan sehari- hari anak muda sekarang. Sebagai contoh dari cara berpakaian remaja saat ini saja banyak yang menggunakan pakaian minim bahan dan ingin terlihat seperti selebritis yang cenderung ke budaya Barat. Padahal cara berpakaian tersebut jelas- jelas tidak sesuai dengan kebudayaan kita. Tak ketinggalan gaya rambut mereka dicat beraneka warna. kesimpulannya, mahasiswa lebih suka jika menjadi orang lain dengan cara menutupi identitasnya dari pada menjadi dirinya sendiri. Tidak banyak remaja yang mau melestarikan budaya bangsa dengan mengenakan pakaian yang sopan sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia.
Teknologi internet merupakan teknologi yang memberikan informasi tanpa batas dan dapat diakses oleh siapa saja. Apa lagi bagi mahasiswa, internet sudah menjadi kebutuhan sehari- hari. Jika digunakan secara semestinya tentu akan memperoleh manfaat yang berguna. Tetapi jika tidak, maka akan mendapat kerugian. Dan sekarang ini, banyak mahasiswa yang menggunakan tidak sebagaimana mestinya. Rasa sosial terhadap masyarakat pun menjadi pudar bahkan hilang karena mereka lebih memilih sibuk dengan aktivitasnya sendiri.
Apabila kondisi ini dibiarkan dan terus tumbuh sumbur, maka jangan heran cepat atau lambat budaya nasional Indonesia yang merupakan identitas nasional bangsa Indonesia akan pudar bahkan hilang karena nilai nasionalisme masayarakat Indonesia akan berkurang karena tidak ada rasa cinta terhadap budaya bangsa sendiri dan rasa sosial terhadap masyarakat.

2.7       Implementasi Peranan Mahasiswa Menanggapi Pengaruh Budaya Global Dalam Menjaga Budaya Nasional Indonesia
Arus globalisasi sekarang ini begitu cepat merasuk ke dalam masyarakat terutama di kalangan muda. Globalisasi mempunyai dampak yang positif dan negatif dalam pengaruhnya, Dalam globalisasi modernisasi diartikan sebagai perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada suatu masyarakat yang modern. Modern berarti berkemajuan yang rasional dalam segala bidang dan meningkatnya taraf penghidupan masyarakat secara menyeluruh dan merata, Modern juga berarti berkemanusiaan dan tinggi nilai peradabannya dalam pergaulan hidup dalam masyarakat. Berdasarkan analisa dan uraian di atas maka pengaruh negatif globalisasi lebih banyak daripada pengaruh positifnya. Oleh karena itu diperlukan langkah-langkah untuk mengantisipasi pengaruh negatif globalisasi terhadap nilai nasionalisme. Langkah- langkah untuk mengantisipasi dampak negatif globalisasi terhadap nilai- nilai nasionalisme antara lain yaitu :
1.      Menumbuhkan semangat nasionalisme yang tangguh, misal semangat mencintai kebudayaan bangsa Indonesia.
2.      Menanamkan dan mengamalkan nilai- nilai Pancasila dengan sebaik- baiknya.
3.      Menanamkan dan melaksanakan ajaran agama dengan sebaik- baiknya.
4.      Mewujudkan, menerapkan dan menegakkan hukum dalam arti sebenar- benarnya dan seadil- adilnya.
5.      Selektif terhadap pengaruh budaya global.
Dengan adanya langkah- langkah antisipasi tersebut diharapkan mampu menangkis pengaruh budaya global yang dapat melunturkan nilai nasionalisme bangsa Sehingga kita tidak akan kehilangan identitas nasional Indonesia.

2.8       Peran Mahasiswa Dalam  Menjaga Ketahanan Indonesia di Tengah Masyarakat Global

1.      Membentuk mahasiswa good karakter yang bermoral tinggi dan sesuai dengan kaidah agama. Mahasiswa sekarang saatnya memiliki jiwa bangga dan cinta menjadi warga indonesia, yang dapat di eksplore ke Negara – Negara  lain. bukan hanya dalam bentuk demo atau hal – hal  yang merusak citra bangsa Indonesia. Namun dibuktikan dengan hal – hal  yang positif dan nyata bahwa negara indonesia adalah negara cinta damai, terpelajar dan negara maju.
2.      Para generasi muda sekarang dapat bersatu & damai walaupun berbeda agama, suku & budaya.
3.      Dapat berpikir Rasional, demokratis, dan kritis dalam menuntaskan segala masalah yang ada di negara kita.
4.      Memiliki semangat jiwa muda yang dapat membangun negara indonesia yang mandiri dapat mencontoh seperti karakter para pahlawan bangsa kita.





BAB III
PENUTUP

3.1       Kesimpulan
Ketahanan Nasional saat ini dirasakan makin diuji dengan semakin banyaknya dampak –dampak yang dirasakan atas berlakunya kebijakan masyarakat dunia tentang konsep globalisasi dimana tiap masing-masing negara yang merupakan warga dunia semakin membuka diri, globalisasi yang akan melahirkan berbagai kebijakan diberbagai sektor dan salah satunya adalah kebijakan mengenai pasar bebas hal ini dirasakan sangat memberatkan pelaku usaha mikro di Indonesia yang mana siap atau tidak siap, mau atau tidak mau harus dapat bersaing dengan produk-produk yang dihasilkan oleh negara lain terutama china yang merupakan produsen terbesar pada hampir semua produk yang dapat memberikan harga yang jauh sangat murah.
Ketahanan Nasional NKRI yang memiliki pengertian, “kondisi dinamik bangsa Indonesia yang meliputi segenap aspek kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, ancaman, hambatan dan gangguan baik yang datang dari luar maupun dari dalam untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasionalnya.”, haruslah dapat ditingkatkan diberbagai levelnya.
Dimasa depan akan muncul satu industri yang besar yaitu industri kreatif maka dari itu hendaknya pemerintah dapat menumbuhkan rasa kebangsaan dan kebanggaan nasional terhadap kreasi dan produksi dalam negeri. Pemerintah hendaknya dapat mengantisipasi pengaruh dari era globalisasi dan perkembangan Iptek serta dapat menekan tumbuhnya nilai-nilai yang dapat merusak kepribadian bangsa.

3.2       Saran
Untuk mendapat atau memperoleh materi yang lebih lengkap dari pembahasan yang telah penulis buat, maka disarankan kepada pembaca untuk lebih banyak mencari dan membaca literature mengenai pembahasan di atas.




DAFTAR PUSTAKA


Dewanata, Pandu. 2008. Rekonstruksi Pemuda. Jakarta : Kementrian Negara Pemuda dan Olahraga.
Mulyana, Deddy. 1989. Komunikasi Antar Budaya. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
Rahayu, Minto. 2006. Pendidikan Kewarganegaraan dalam Membangun Jati Diri Bangsa. Jakarta : Grasindo.
Siswanto, Joko. 2006. Reaksi Intelektualitas untuk Demokrasi. Jakarta : yayasan bakti nusantara.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar